Kamis, 11 Mei 2017

Penantian

#Si penanti
Duduk sendiri
Harap harap Cemas ditiap menitnya
Menghitungi detik demi detiknya
Celingak celinguk melihat sekitar
Masih menanti

#yang dinanti
Asik sendiri
Menunda2 di tiap menitnya
Detik tiada kerasa
Bersantai santai saja
Merasa masih dinanti

#si penanti tak lagi menanti
Beranjak dari tempatnya
Selangkah demi selangkah
Menjauh pergi dari tempat yang dijanji
Bosan sudah ia rasa
Setelah sekian lama
Tak lagi berhasrat menanti

#yang dinanti tak lagi dinanti
Beranjak dari tempatnya
Selangkah demi selangkah
Mendekat ke tempat yang dijanji
Senang hendak bersua
Setelah sekian lama
Ia hendak menemui

#keduanya pergi
Keduanya beranjak dari tempatnya
Keduanya memiliki tujuan yang berbeda
Si penanti menjauh
Yang dinanti mendekat

#si penanti tak lagi di sana
Si penanti tlah sampai rumahnya
Merasa sia sia
Lama menanti namun tak datang jua
Penuh kecewa
Ia lampiaskan dengan airmata
diam bungkam di sudut mati kamarnya

#yang dinanti tlah sampai di sana
Yang dinanti tlah sampai di tempat yang dijanji
Tak menemukan siapa siapa
Lalu merasa bersalah
Karna membuat seorang yang dicinta menanti begitu lama
Penuh sesal
Ia lampiaskan dengan airmata
Diam bungkam di tempat yang dijanji

#keduanya menangis
si penanti kecewa
Yang dinanti menyesal
Keduanya menangis
Dengan alasannya sendiri2

#si penanti hilang
Si penanti enggan menanti lagi
Ia memilih jalannya sendiri
Tak mau lagi tersakiti tuk ke sekian kali
Ia memilih pergi
Ia memilih jalan ke kiri

#yang dinanti sendirian
Yang dinanti merasa bersalah
Ia meminta maaf sudah
Namun terlambat segala
Ia kehilangan
Ia memutuskan menjauh dan belok kanan

#keduanya hidup masing masing
Keduanya memilih jalannya
Tak mau lagi bersua
Mengulang kesalahan sama
Dan keduanya tlah belajar
Dari apa yang tlah mereka rasa


Bjm, selasa 9 mei 2017

Kamis, 30 Maret 2017

dara nun Malang

wahai tuan yang jauh di seberang lautan
hamba ingin berbicara
sekadar berkisah tentang yang hamba rasa
ketika tuan datang dan hilang..

maaf wahai tuan..
hamba telah menyalahi ketentuan
hamba tiada berniat bersakit-sakit dalam rindu
namun tiap malamnya tuan mengisi lamunan
seakan memerintah hamba menyediakan ruang kalbu 'tuk tuan seorang

lancangkah jikalau hamba bertanya
apakah ini siklus tuan?
berhadir meriuhkan hari hamba
dengan beberapa pesan nan singkat
kemudian menghilang sekian lamanya..

wahai tuan..
hamba hanyalah seorang dara nan malang
dikata cinta hamba tak cinta
dikata sayang, hamba pun tak sayang
sekedar ingini kembali
mengeja aksara dari pesan yang hamba senangi

Senin, 19 Desember 2016

Kanibal



ku khususkan tulisanku teruntuk kau yang masih saja mengungkit keburukan orang lain.

Ku lihat di sekitarmu masih banyak daging ayam.
Daging sapi juga melimpah.
Begitu pun dengan daging kambing yang cukup banyak jumlahnya
Serta berbagai macam daging hewan ternak lain yang halal tuk di kunyah.
Namun, apakah daging-daging tersebut tidak mengenyangkanmu?
Sehingga kau memilih tuk memakan daging saudaramu sendiri.
Ingatlah!
Mereka yang kau gunjingkan merupakan saudaramu.
Saudara seiman.
Memiliki silsilah yang sama
Yaitu anak cucu nabi adam
Kecuali kau merupakan penganut teori Darwin
Yang mengisahkan bahwa manusia merupakan hasil evolusi dari kera.
Ya.. itu adalah keyakinanmu.
Namun, setidaknya ketahuilah.
Kalian berasal dari hal yang sama.
Air mani.
Air mani yang bertemu sel telur dalam Rahim ibumu
Lalu bertransformasi menjadi segumpal darah.
Dan terus berkembang hingga kau dilahirkan di dunia.
Ya.. kecuali kau mengaku tercipta seperti Nabi Isa
yang lahir tanpa memiliki ayah.
Tapi.. itu tak mungkin.
Hanya Nabi Isa lah manusia yang lahir tanpa ayah.
Nah.. kini ku tegaskan lagi dari mana asalmu!
Dari air mani!
Air mani yang menurutmu mungkin adalah hal yang menjijikkan.
Yang mungkin bagimu merupakan hal yang tabu.
Lalu ku ajukan pertanyaan padamu
Pantaskah kau yang tercipta dari air mani
Menggunjingkan dan membicarakan keburukan orang lain?


Senin, 05 Desember 2016

Munafik!



Terkutuklah mereka..
Yang mengaku membenci kemunafikan!
Sedang sinar yang tiap malam mereka nikmati
Berasal dari kelicikan!
Rembulan yang tak hentinya dipuja
Pancarkan cahaya ditengah gulita..
Sejatinya hanya dusta!
Ia hanya biaskan sinar dari surya..
Sementara warna yang mereka cinta
Hanya bayang semu..
Berasal dari uraian sinar matahari
Dipisahkan oleh rintik hujan yang mereka keluhkan..
Serta biru yang mereka kagumi dalam bentang samudra
Tak pernah terbukti ada di tiap tetesnya..
Lalu pantaskah mereka menyebut diri mereka
Pembenci kemunafikan?

Bjm 28sept2016

Selasa, 29 November 2016

Bintang Menginginkan Matahari

Hal yang tak mungkin memang, ketika sebuah bintang berkeinginan miliki sang idola dari tata surya.
Bintang yang tak tau diri!
Bagaimana bintang yang hanya berupa titik kecil berharap tuk bersanding dengan pusat tata surya?
Agh! Bodohnya..
Sang Matahari pernah bersama Rembulan.. mereka memiliki sinar yang sama.
Matahari memamerkan bias sinarnya ketika siang menjelang. dan Rembulan merefleksikan sinar dari sang Matahari tuk mengusir pekat malam.
Lihatlah! mereka begitu serasi. Mereka berbagi sinar!
Sedangkan Bintang?
Oh Tuhan!  Betapa tak tau dirinya bintang kecil ini!
Ia hanyalah setitik sinar yang terkubur dan tenggelam diantara jutaan bintang lain di angkasa. Dan ia ingin bersanding dengan Matahari!
Hal yang tak mungkin memang.
Namun, meski ia tau ia tak pantas.. dengan begitu bodohnya ia masih saja berharap. ia tak pernah berhenti berharap. Ia meyakini bahwa Bulan dan Matahari tak dapat bersama. Ia berasumsi malam dan siang adalah masa yang berbeda dan tak dapat disatukan.
Menurutnya, Matahari dan Bulan hanya dapat bertemu dalam reuni 33 tahun sekali.
Ya.. dalam keyakinannya, Bintang kecil ini menanti..
Menanti senja yang mempertemukan ia dengan sang Matahari..
Sehingga ia dapat bersatu dalam langit yang sama.. dan dibalut senja yang memamerkan kemegahan jingga.

Senin, 28 November 2016

Just Dream..



Aku pernah bermimpi menggenggam tanganmu, namun kau membangunkanku dari tidurku.
Aku juga pernah berkhayal merengkuh tubuhmu dan mendekapmu dalam pelukku, namun kau menyadarkanku dari lamunanku.
Dan asal kau tau, aku pernah menuliskan namamu dalam kalbuku, namun kau menghapusnya dengan cara mencabiknya dan meninggalkan lobang di kalbuku.
Apakah kau sadar akan hal itu?
Kau telah meninggalkanku, bahkan sebelum aku berhasil berdiri di sampingmu.
Apa kau tau? Kau telah menjadi penjahat dengan tanpa melakukan apapun!
Aku egois? Ya, aku tau.. Aku memang egois. 
Namun ini bukan kehendakku. Akalku tlah mati. Salahkanlah hatiku! Yang tak tau diri ingin mencintamu. Mencintai seorang yang tak mungkin ku raih. Mencintai seseorang yang bahkan tak mengetahui keberadaanku. Karena aku, memang tak pernah berada dalam duniamu.

First post nih..

Assalamualaikum..
Ini postingan pertama. Pertama kali bikin blog. Udah jadi mahasiswa tapi baru pertama bikin blog, rasanya memalukan.. tapi ya sudahlah.. lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.. hehe..
blog ini mungkin nantinya akan berisi tugas-tugas kuliah, catatan harian atau bahkan kata-kata yang ngalay yang gak genah. LOL..
masih belum jelas arah dan tujuan dari blog ini.. tapi semoga bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan.. :)

Wassalam...

Mengenal Pendekatan Sains, Teknologi, dan Masyarakat dalam Pembelajaran IPS.

Setelah kita membahas tentang pengertian Sains, Teknologi, dan Masyarakat (STM), sekarang kita akan berbicara mengenai pendekatan STM dalam...